take what happened as a lesson

Rabu, 28 September 2011

Di Kala Hujan Sore-Sore

Setelah mandi pagi yang saya lakukan di sore hari, saya memutar playlist. Dan langsung terputar Untitled - Maliq'nD. Ini nih liriknya:

Ketika kurasakan sudah
Ada ruang di hatiku yang kau sentuh

Dan ketika kusadari sudah
Tak selalu indah cinta yang ada..uwo..o..o

Mungkin memang ku yang harus mengerti
Bilaku bukan yang ingin kau miliki
Salahkah ku bila
kaulah yang ada di hatiku
ooh...

Adakah ku singgah di hatimu?
Mungkinkah kau rindukan adaku?
Adakah ku sedikit di hatimu?
Bilakah ku mengganggu harimu
Mungkinkah tak inginkan adaku
Akankah ku sedikit di hatimu?
Bila memang ku yang harus mengerti
Mengapa cintamu tak dapat kumuliki
Salahkah ku bila
kaulah yang ada di hatiku
Kau yang ada di hatiku

Bila cinta kita tak kan tercipta
Ku hanya sekedar ingin tuk mengerti
Adakah diriku oh singgah di hatimu?
Dan bilakah kau tau
kaulah yang ada di hatiku
Kau yang ada di hatiku
Adakah ku di hatimu?


Gilak ini lagu! Gilak! Dengerin pas hujan, alam seakan mengerti perasaan saya. Atau alam kasihan pada saya? Hahaha ya nasib ya nasib #halah
Bawa santai ajalah ya.
Sayang hujannya udah berhenti. Eh ambigu ya pernyataan saya. Iya, baca 'sayang' nya ga perlu manja. Yaudah saya tukar, hmm apa yaa: Sayangnya hujan udah berhenti. Nah! Gitu ya? Oke. #miris


Yaudahlah ya. Bye.

PS: siapapun yang baca ini nggak boleh galau ya. Cukup saya aja (?) T_T

Jumat, 16 September 2011

Cinta -> Luka

"Saat cintaku dirasa mengganggu, aku tidak bisa tidak pergi." ~ @monstreza

Saya sangat sependapat dengan tweet galau @monstreza itu. Sudah lama saya berada dalam proses pergi. Namun masih belum berhasil. Tau kenapa? Mungkin (Ya! Mungkin!), karna cinta itu masih utuh tak tersentuh.

~"Langkahkan kaki, pergi bersama luka dihati."

Cinta yang sudah tak utuh menghasilkan luka. Lukalah yang menjadikan kita kuat untuk melangkah.

Move On!

Sabtu, 03 September 2011

CINTA

CINTA. 5 huruf yang pada akhirnya menimbulkan 5 huruf pula. GALAU.


~Disaat keyakinan selalu beriringan dengan keraguan. Itulah Cinta.

~Disaat kebohongan terasa lebih menyenangkan daripada kejujuran. Itulah Cinta.


Cinta itu pilihan. Mencintai atau dicintai.

Mencintai. Munafik rasanya bila kita tidak pernah berbohong bahwa kita mencintai dia. Selalu saja kita mengelak diawal, dan dilema diakhir. Apakah memilih untuk mencintai atau berhenti ditengah jalan tanpa ada hasil dan akhir.

Dicintai. Terluka atau bahagia. Perasaan orang yang mencintai kita ada ditangan kita. Satu hal, perasaan tidak bisa dipaksa.




"Saya lebih memilih mencintai. Dengan begitu saya tidak perlu merasa harus membalas perasaan orang lain kepada saya." - Pidi Baiq