Dua ribu sebelaaaaaaaaaaaaaas.
HARAPAN:
- Bahagia. Saya dan semua orang disekitar saya.
- Lulus UN + PTN. Dengan nilah yg bagus.
- Sehat. Saya, keluarga dan teman.
- Diet lancar. Amin! Papa, i'm sorry for 2010.
RESOLUSI:
- Patuh. Sama orang tua dan guru.
- Rajin. Solat, belajar, beres-beres rumah atopun kamar.
- Semangat membara. Dalam hal positif.
- Hemat. Dapat memanage uang. Ga kaya tahun-tahun sebelumnya. KACAU!
Okay. Hanya itu. Hanya itu.
Saya akan print out resolusi ini untuk memotivasi beberapa poin yang bisa saya lakukan.
Semoga Om saya bisa sembuh. Kami semua sayang dia. Sembuhkan penyakitnya Ya Allah. Kuatkan dia untuk berjuang melawan penyakitnya. Kuatkan keluarganya. Kuatkan kami. Kuatkan mama. Oom pasti sembuh. Pasti.
Kabulkan kepastian kami ini Ya Allah. Dibawah dentuman kembang api di awal tahun ini saya berharap. Kabulkan Ya Allah.
Amin ya rabbal alamin.
Ketika saya tidak bisa menyampaikan sesuatu kepada seseorang, beberapa orang atau berbagai orang InsyaAllah saya bisa menyampaikannya disini walau tidak semuanya. Karena saya masih memiliki hati untuk menyimpan segala perasaan.
take what happened as a lesson
Jumat, 31 Desember 2010
Sabtu, 11 Desember 2010
Odol Habis
Sekitar sejam yang lalu saya baru bangun tidur. Ada 2 hal yang selalu saya lakukan setelah bangun tidur.
1. Ngecek hp. Ntah itu liat sms ato online ga penting. Masih dalam keadaan mata kabur (karena baru bangun tidur abeeees). Ini konyol abis. Pantesan saya bego, yang dipikirin online mulu. BIG NO! Saya ga bego. Saya pintar. Itu namanya pintar membagi waktu. Ya, kan? Walaupun keadaan mendesak, saya tetap menyempatkannya #daguNaik
apa lagi yak #ngecekBacaanDiAtas #lupa
oh, sekaraaang saatnya untuk nomooor (TENG TERENG TEREEEEEEEENGGG) duuuuwaaaaa
2. Cuci muka, terus kumur-kumur. Kamar mandi itu punya daya tarik yang luar biasa. Semalas-malasnya kita, tetap aja keadaan (ex: kebelet) memaksa. Saya langsung mencuci muka dan kemudian kumur-kumur. Seketika saya melihat odol merah putih (ayo tebaaaak) sudah habis sejak kemarin. Dan saya teringat kejadian tadi saat mandi pagi, karena sudah didalam kamar mandi dan malas keluar untuk mengambil odol baru di atas tangga, saya pikir "Ah, nanti aja pas udah selesai mandi." dan kalian tau apa yang terjadi setelah selesai mandi. Yak! Benar! Saya lupa. Dan baru ingat barusan. Untung saja baru ingat tadi. Kalo nggak, saya pasti tersugesti untuk tidak bicara sama orang selama di sekolah -__-
Yasudah, saya mau mandi dan tak lupa gosok gigi. Sebelumnya ambil odol baru dulu -.-
1. Ngecek hp. Ntah itu liat sms ato online ga penting. Masih dalam keadaan mata kabur (karena baru bangun tidur abeeees). Ini konyol abis. Pantesan saya bego, yang dipikirin online mulu. BIG NO! Saya ga bego. Saya pintar. Itu namanya pintar membagi waktu. Ya, kan? Walaupun keadaan mendesak, saya tetap menyempatkannya #daguNaik
apa lagi yak #ngecekBacaanDiAtas #lupa
oh, sekaraaang saatnya untuk nomooor (TENG TERENG TEREEEEEEEENGGG) duuuuwaaaaa
2. Cuci muka, terus kumur-kumur. Kamar mandi itu punya daya tarik yang luar biasa. Semalas-malasnya kita, tetap aja keadaan (ex: kebelet) memaksa. Saya langsung mencuci muka dan kemudian kumur-kumur. Seketika saya melihat odol merah putih (ayo tebaaaak) sudah habis sejak kemarin. Dan saya teringat kejadian tadi saat mandi pagi, karena sudah didalam kamar mandi dan malas keluar untuk mengambil odol baru di atas tangga, saya pikir "Ah, nanti aja pas udah selesai mandi." dan kalian tau apa yang terjadi setelah selesai mandi. Yak! Benar! Saya lupa. Dan baru ingat barusan. Untung saja baru ingat tadi. Kalo nggak, saya pasti tersugesti untuk tidak bicara sama orang selama di sekolah -__-
Yasudah, saya mau mandi dan tak lupa gosok gigi. Sebelumnya ambil odol baru dulu -.-
Selasa, 07 Desember 2010
Peri Cintaku. Gagal Nge-post!!
waaaaaaaaaa emosiiiiiiii
sudah lebih dari beribu-ribu karakter yang tertulis untuk dipost. Hanya karna satu keypad sialan semua menjadi blank. BLANK. YES! BLANK.
Yasudahlah. Bukti juga ga ada kalo saya telah menulis beribu-ribu karakter. Walopun saya punya uang, tapi siapa yg mau saya bayar untuk memercayai tulisan indak nan mengharu-birukan saya tadiiiii. Anda mau?!
Nih, saya cuma mau ngasi tau lirik lagu favorit saya saat ini. Marcell-Peri Cintaku.
Nih reffrain-nya
"aku untuk kamu, kamu untuk aku
namun semua apa mungkin
iman kita yang berbeda
tuhan memang satu, kita yang tak sama
haruskah aku lantas pergi
meski cinta takkan bisa pergi"
Lah.. Kok jadi pendek gini tulisan saya. Jadi kalo dipikir-pikir beribu-ribu karakter huruf yang saya tulis tadi maknanya cuma secuil?! What?! #jedotinKepalaKeTembok #TembokCina
ps: no ada smooch mesra to tulisan i kali this #lohKokMalahZigzagEnglish
sudah lebih dari beribu-ribu karakter yang tertulis untuk dipost. Hanya karna satu keypad sialan semua menjadi blank. BLANK. YES! BLANK.
Yasudahlah. Bukti juga ga ada kalo saya telah menulis beribu-ribu karakter. Walopun saya punya uang, tapi siapa yg mau saya bayar untuk memercayai tulisan indak nan mengharu-birukan saya tadiiiii. Anda mau?!
Nih, saya cuma mau ngasi tau lirik lagu favorit saya saat ini. Marcell-Peri Cintaku.
Nih reffrain-nya
"aku untuk kamu, kamu untuk aku
namun semua apa mungkin
iman kita yang berbeda
tuhan memang satu, kita yang tak sama
haruskah aku lantas pergi
meski cinta takkan bisa pergi"
Lah.. Kok jadi pendek gini tulisan saya. Jadi kalo dipikir-pikir beribu-ribu karakter huruf yang saya tulis tadi maknanya cuma secuil?! What?! #jedotinKepalaKeTembok #TembokCina
ps: no ada smooch mesra to tulisan i kali this #lohKokMalahZigzagEnglish
Kamis, 02 Desember 2010
MOVE ON, FRIENDS. AND ME, TOO.
Lama tak posting ye. Huh! Saye sibuk sangatlah. Tak ade waktu untuk posting. Minggu lewat saye bepantun besame kelompok disekolah. Dua hari lewat saya bedrama dapat peran ibuk pencari ranting pohon (walopun makeup nya macam gembel a.k.a orang gile lah). Alhasil, saye jadi becakap melayu pule sekarang. Tak lah. Penat sangatlah lidah saye.
EHEM.. EHEM.. #benerinKerah #pasangKuda2
Baiklah. Itu semua hanya intermezzo basi.
Akhir2 ini keadaan kelas benar2 tidak seperti apa yang kita (read: anak muda gaul dan galau) harapkan.
Rebo: ambil nilai drama (lat ga nyampe seminggu.
Kamis: ulangan matem matriks 20 soal. ESSAI! Waktu 90menit. So, 1 soal ga nyampe 5menit *kalem*. Habis gelap, terbitlah gemerlap. Ulangan fisika pun menanti. Tidak ada waktu untuk bernafas.
Jumat: ulangan biologi subs genetika. Alhamdulillah saya mampu menjawab tidak lebih dari 15 soal dari 30 soal.
Ya! Hari ini hari Jumat. Tapi, pada hari
Sabtu: ulangan kimia unsur menanti untuk dijabanin.
Tidak ada waktu untuk bernafas. Apalagi melakukan hal yang tidak penting. Tapi mengapa masih ada yang sempat untuk melakukannya. Itulah yang dinamakan 'Melakukan Kebodohan Dalam Kesempitan'. Dalam hal ini terdapat dua kubu. Maafkan saya jika saya tidak memihak a.k.a golput karena tidak ada yang melakukan penghitungan suara. Tapi saya hanya dapat berkomentar atau lebih condong untuk memberi saran. Jangan seenak jidatmu bapakmu ibumu kamu menilai kenegatifan seseorang tanpa diminta oleh orang itu sendiri. Bukankah kita ini manusia? (kamu juga, kan?). Bukan karena anak IPA bahwa kita tau manusia itu mempunyai hati. Tapi karena kita sendiri dari awal kita pernah sakit, perih yang pernah dirasakan. Dan salah jika dengan bentakan atau omongan yang kasar kita menghakimi manusia. Dan salah juga dengan cara berbicara halus atau lembut tapi dengan kata yang kasar. Dan poin kedua lebih menyakitkan. Tapi tidak akan menyakitkan jika itu tdk dilakukan.
Perlukah emosi itu? Ada sebuah quote yang sangat saya sukai oleh Claire Rayne. Ia mengatkan "Emosi itu tanda kelemahan. Jadi kamu harus tenang." Siapa sih yang tidak setuju? Saya Sangat Setuju Sekali, Sayang. Mengapa? Bukankah saat orang emosi ia kelihatan lebih berani, gagah? Bukankah itu kuat? Ya. Sangat kuat. Sangat berani. Tapi itu secara fisik yang kita lihat. Tapi mereka lemah secara jiwa. Amat teramat lemah. Mereka tidak dapat mengendalikan jiwa. Tidak mampu melawan godaan2 atau support dari setan. Jiwa yang lemah selalu menjadi korban. Dan itulah mengapa Islam mengajarkan untuk berwudhu' jika sedang emosi agar menjadi tenang dan sabar dan menjadi manusia yang kuat.
Jadi, saya tidak keberatan untuk selalu menyediakan ember untukmu berwudhu' , teman. Karna menurut saya, emosi kamu selalu setia setiap saat bagaikan Rexona, teman.
Saya juga tidak selalu dapat menjaga emosi. Namun, saya tau cara meluapkan emosi tanpa merugikan orang lain. Setetes, dua tetes, tiga tetes hingga beribu-ribu tetes saya biarkan mengalir. Dari tetes-tetesan yang saya buang itulah emosi saya meluap. Emosi yang berubah menjadi air. #ngelapAirMata #lohEmosiNyun
*kecup manis dari gadis manis*
EHEM.. EHEM.. #benerinKerah #pasangKuda2
Baiklah. Itu semua hanya intermezzo basi.
Akhir2 ini keadaan kelas benar2 tidak seperti apa yang kita (read: anak muda gaul dan galau) harapkan.
Rebo: ambil nilai drama (lat ga nyampe seminggu.
Kamis: ulangan matem matriks 20 soal. ESSAI! Waktu 90menit. So, 1 soal ga nyampe 5menit *kalem*. Habis gelap, terbitlah gemerlap. Ulangan fisika pun menanti. Tidak ada waktu untuk bernafas.
Jumat: ulangan biologi subs genetika. Alhamdulillah saya mampu menjawab tidak lebih dari 15 soal dari 30 soal.
Ya! Hari ini hari Jumat. Tapi, pada hari
Sabtu: ulangan kimia unsur menanti untuk dijabanin.
Tidak ada waktu untuk bernafas. Apalagi melakukan hal yang tidak penting. Tapi mengapa masih ada yang sempat untuk melakukannya. Itulah yang dinamakan 'Melakukan Kebodohan Dalam Kesempitan'. Dalam hal ini terdapat dua kubu. Maafkan saya jika saya tidak memihak a.k.a golput karena tidak ada yang melakukan penghitungan suara. Tapi saya hanya dapat berkomentar atau lebih condong untuk memberi saran. Jangan seenak jidatmu bapakmu ibumu kamu menilai kenegatifan seseorang tanpa diminta oleh orang itu sendiri. Bukankah kita ini manusia? (kamu juga, kan?). Bukan karena anak IPA bahwa kita tau manusia itu mempunyai hati. Tapi karena kita sendiri dari awal kita pernah sakit, perih yang pernah dirasakan. Dan salah jika dengan bentakan atau omongan yang kasar kita menghakimi manusia. Dan salah juga dengan cara berbicara halus atau lembut tapi dengan kata yang kasar. Dan poin kedua lebih menyakitkan. Tapi tidak akan menyakitkan jika itu tdk dilakukan.
Perlukah emosi itu? Ada sebuah quote yang sangat saya sukai oleh Claire Rayne. Ia mengatkan "Emosi itu tanda kelemahan. Jadi kamu harus tenang." Siapa sih yang tidak setuju? Saya Sangat Setuju Sekali, Sayang. Mengapa? Bukankah saat orang emosi ia kelihatan lebih berani, gagah? Bukankah itu kuat? Ya. Sangat kuat. Sangat berani. Tapi itu secara fisik yang kita lihat. Tapi mereka lemah secara jiwa. Amat teramat lemah. Mereka tidak dapat mengendalikan jiwa. Tidak mampu melawan godaan2 atau support dari setan. Jiwa yang lemah selalu menjadi korban. Dan itulah mengapa Islam mengajarkan untuk berwudhu' jika sedang emosi agar menjadi tenang dan sabar dan menjadi manusia yang kuat.
Jadi, saya tidak keberatan untuk selalu menyediakan ember untukmu berwudhu' , teman. Karna menurut saya, emosi kamu selalu setia setiap saat bagaikan Rexona, teman.
Saya juga tidak selalu dapat menjaga emosi. Namun, saya tau cara meluapkan emosi tanpa merugikan orang lain. Setetes, dua tetes, tiga tetes hingga beribu-ribu tetes saya biarkan mengalir. Dari tetes-tetesan yang saya buang itulah emosi saya meluap. Emosi yang berubah menjadi air. #ngelapAirMata #lohEmosiNyun
*kecup manis dari gadis manis*
Langganan:
Komentar (Atom)