take what happened as a lesson

Selasa, 29 Maret 2011

FINALLY I GOT IT!!

Saya punya mainan baruuuu, yey!! Mainannya adalah akun twitter @ skrembelbot That's a cool account!! Akunnya nemu dari temen. Skrembel mainkan hashtag #AcakKata, kita hanya menyusun huruf-huruf yang diberikan. Susahnya, kata-kata yang dimainkan skrembel berdasarkan KBBI - Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jadi ga bisa sembarang jawab. HAHAHAHA STRES MAKSIMAL!!

Tapi saya senaaaaang. Saya kembali kecanduan twitter. Hitungan ngetwit pun semakin hari semakin bertambah.
Ga bisa dipungkiri saya memang spamming abis bagi orang yang ngefollow skrembel juga. Tapi yah gimana, toh saya biasanya ga pernah ato jarang ngespam, kok. Kalo following saya ngespam saya biarin aja kok, ga saya sindir-sindir. Mau menertawakan saya? Tapi kenapa? Karena ngespam? Loh? Ato karena saya kelihatan idiot menyusun kata-kata abal yang ga ada makna? Hubungannya sama kamu apa?
Doh! Bingung!



QUOTE INSPIRED BY PIDI BAIQ:
"Jika kamu merasa kesal sama orang, hanya ada satu cara agar tidak kesal, JANGAN DIRASAKAN."

Sabtu, 26 Maret 2011

Kicauan Minggu Pagi

Selamat pagi, wahai pembaca. Ada ataupun tidak yang baca saya tak peduli. Kebebasan selalu mengiringi.

Tadi pagi2 sekali pertandingan antara Jerman melawan Kazhakstan. Dalam pertandingan yang tidak seru sama sekali ini, Jerman unggul 4-0.
Saya cuma nonton sampe menit 80, skor saat itu masih 3-0. Eh paginya saya cari tau info skor akhir, ternyata Klose menggenapkan gol jadi 4-0 di menit 88 -__- *gigit piring*

Nggak niat-niat amat sih buat nonton bola, kecuali yang main Spanyol. Tapi berhubung saya salah jadwal pertandingannya, ya lanjut aja deh nonton Jerman -.-


Sekarang, saya hanya mengutuki kenapa mata ini cepet bgt meleknya. Ga nyampe 4 jam nih saya tidurnya. Pengennya tidur lagi emang, tapi perut lapar. Gimana dong zzz

Pengharapan Keluarga Besar

Ketika kamu mengatakan kita adalah sebuah keluarga, keluarga besar, saya sangat senang. Tak tertahankan rasa haru yang tercipta dari semua kenangan. Kenangan manis, pahit, suka dan duka tergabung menjadi sebuah memori. Memori yang kita punya tidakklah mempunyai ukuran yang sama. Itu semua tergantung pada hal dimana kita menaruh kecintaan.
Sekuat tangan kita menjaga memori sebagai hal yang nyata yang tak akan terlupa. Hingga akhirnya kita mengulang kenangan itu di masa depan dengan keadaan yang berbeda. Baik fisik, sifat, laku dan hidup. Semuanya tidak lagi akan sama.


Keluarga besar. Ia tercipta karena kebersamaan. Kebersamaan dibentuk dari kumpulan persatuan. Persatuan tercipta karena perengkuhan.
Kebersamaan - Persatuan - Perengkuhan.
3 hal tersebut harus berjalan. Jika satu saja terabaikan, maka keluarga besar tak lagi ada. Tinggallah sebuah nama, tanpa pelakon utama.
Jika antara pelakon terdapat tembok yang tebalnya melebihi tembok cina, tindakan yang diambil oleh pelakon lain yaitu saling merengkuh jarak yang akan membuat rusaknya persatuan.
Setiap pelakon haruslah peduli dan peka. Bukan tuli atau pekak.

Keluarga besar bukanlah sebuah eksistensi, tapi sebuah memorabilia.

Jika satu saja pelakon tak sedap hati, rengkuh dia kalau memang tidak ingin keluarga besar kehilangan satu pelakon yang membuat persatuan menjadi perpecahan dan TINGGALLAH SEBUAH NAMA YANG TAK BERMAKNA. Karena pelakonlah pencipta makna dari sebuah nama.


Saya menginginkan persatuan keluarga besar, karena saya ingin membawa memori yang melimpah penuh suka :)

Kamis, 10 Maret 2011

Sebab -> Akibat -> Sesal

Sekarang semuanya serba hati-hati. Hati-hati yang dimulai karena ada yang sakit hati. Sakit hati yang bermula karena canda yang tak henti. Entah akan berapa lama aku menanti. Berharap ini tidak sampai mati.


Setiap akan melakukan tindakan, saya pikirkan dahulu. Bahkan, sudah diujung tanduk saya melakukan sesuatu tapi karena ada yang menegur (entah siapa atau apa) saya batal melakukannya. Hanya karena memikirkan akibtnya. Yang padahal itu terkesan biasa saja.
Setiap akan bicara juga sekarang saya lebih sering diam. Bahkan ketika kata sudah diujung lidah pun akan tetap saya urungkan untuk berbicara.

Nyesek? Abeees! Itu sangat teramat tidak enak, Jendral!!



Tapi satu hal, itu RISIKO. Ingat, akibat selalu diawali oleh sebab.

Rabu, 09 Maret 2011

Semakin Instropeksi Diri

Kesalahan.
Perbuatan.
Becandaan.
Dan Perasaan.

Saya harus semakin sensitif dan peka. Karena sudah dua kali menginjak lubang yang sama. Tidak belajar dari pengalaman. Dan, lebih bodoh daripada kerbau pastinya (dalam hal satu ini).

Hal kayak gini terulang dalam waktu yang berdekatan. Pas dua minggu yang lalu! Ya! Tepat!
Dan kedua kejadian itu salah saya. SALAH saya.

Hikmah dari kesalahan saya itu adalah saya baru menyadari 'saat saya melakukan kesalahan, saya mati-matian memohon maaf' pada orang itu. Dan satu hal lagi, 'saya ga pernah peduli dengan orang yang salah tapi ga sadar kalo dia salah, hingga dia minta maaf' pada saya.
Yin dan Yan berlaku!




Saya hanya benci dalam keadaan diam, tak menyenangkan.
Sungguh..