Ketika kamu mengatakan kita adalah sebuah keluarga, keluarga besar, saya sangat senang. Tak tertahankan rasa haru yang tercipta dari semua kenangan. Kenangan manis, pahit, suka dan duka tergabung menjadi sebuah memori. Memori yang kita punya tidakklah mempunyai ukuran yang sama. Itu semua tergantung pada hal dimana kita menaruh kecintaan.
Sekuat tangan kita menjaga memori sebagai hal yang nyata yang tak akan terlupa. Hingga akhirnya kita mengulang kenangan itu di masa depan dengan keadaan yang berbeda. Baik fisik, sifat, laku dan hidup. Semuanya tidak lagi akan sama.
Keluarga besar. Ia tercipta karena kebersamaan. Kebersamaan dibentuk dari kumpulan persatuan. Persatuan tercipta karena perengkuhan.
Kebersamaan - Persatuan - Perengkuhan.
3 hal tersebut harus berjalan. Jika satu saja terabaikan, maka keluarga besar tak lagi ada. Tinggallah sebuah nama, tanpa pelakon utama.
Jika antara pelakon terdapat tembok yang tebalnya melebihi tembok cina, tindakan yang diambil oleh pelakon lain yaitu saling merengkuh jarak yang akan membuat rusaknya persatuan.
Setiap pelakon haruslah peduli dan peka. Bukan tuli atau pekak.
Keluarga besar bukanlah sebuah eksistensi, tapi sebuah memorabilia.
Jika satu saja pelakon tak sedap hati, rengkuh dia kalau memang tidak ingin keluarga besar kehilangan satu pelakon yang membuat persatuan menjadi perpecahan dan TINGGALLAH SEBUAH NAMA YANG TAK BERMAKNA. Karena pelakonlah pencipta makna dari sebuah nama.
Saya menginginkan persatuan keluarga besar, karena saya ingin membawa memori yang melimpah penuh suka :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar