
Saya berdiri dengan kulit kaki yang mensyukuri kelembutan pasir putih di pantai Katong, yang sesekali disapa dengan sentuhan sejuk ombak-ombak kecil yang malu-malu menghampiri saya.
Matahari turun perlahan, wajahnya menghadap ke belahan yang jauh di sana, tetapi saya tahu dia melirik ke arah saya, yang sedang menanti puncak keindahan dari tarian sinarnya dibalik tirai awan di sore itu.
Saya tersenyum, dengan perilaku anak manusia yang lemah ini, yang seperti bisa bercengkrama dengan tanda-tanda kebesaran alam, yang kehebatan dari kebesarannya hanya menjadi tanda terkecil mengenai kebesaran Sang Pencipta.
Tuhan kami, Engkau demikian besar dan agung, tetapi masih saja Engkau demikian rendah hati untuk menyempatkan diri menyetuh setiap hati kami dengan kedamaian dan kesyukuran.
Engkau mengetahui hati kami yang khawatir, maka damaikanlah kami.
Engkau mengetahui kami yang sedang sakit, maka sembuhkanlah kami.
Engkau mengetahui kelemahan kami, maka kuatkanlah kami.
Engkau mengetahui kekurangan kami, maka cukupkanlah kami.
Engkau mengetahui keraguan kami, maka teguhkanlah hati kami.
Engkau mengetahui bahwa kami hanya berharap kepada Mu, maka janganlah Engkau berpaling dari kami.
Tuhan ku, aku mencintai mu, maka cintailah aku.
Indahkanlah hidup ku.
Amien ...
*merenung kembali
Tidak ada komentar:
Posting Komentar