take what happened as a lesson

Senin, 04 Maret 2013

Siapa yang dapat mengerti hati ini?

Itulah pertanyaan yang bahkan bukanlah 'saya' jawabannya. Saya sendiri tidak yakin terhadap apa yang rasakan. Dia. Dia yang memang bukan tipe saya. Dia memang bukan yang saya inginkan. Dia tidak saya cinta. Dia tidak saya paksakan. Dia tidak saya impikan. Dia yang selalu saya rindukan. Sampai kapan saya membiarkan waktu berlalu hingga tak tau ujung. Sebegitu sabarnya kah saya? Saya tidak tau. Yang saya tau, hati saya begitu dekat dengannya dan hatinya begitu dekat pula dengan yang-lain-entah-siapa. Dunia itu adil. Adil tapi tidak indah. Pernah saya terfikir bahwa saya membutuhkan seorang pasangan, namun saya pungkiri itu karena yang saya butuhkan adalah kenyamanan. Tidak semua orang dapat membuat saya nyaman. Tertawa saya dapat lepas, tetapi sangat tidak bisa dipaksakan. Senyum saya lebar, tapi tidak untuk diumbar. Saya akui saya tidak mudah didekati oleh siapa saja. Pertanda bahwa orang yang bikin saya nyaman adalah seorang yang menempati posisi yang khusus di hati saya. Mungkin memang ia saya menyukainya, hanya saja saya takut ada yang tidak dewasa antar saya atupun dia jika salah satu diantara kami tidak mendapatkan apa yang kami inginkan. Haruskah saya saja yang bersikap dewasa? Hmm saya dapat melakukannya dengan perasaan yang senang dan hati yang terluka. ..Sepertinya memang saya yang harus dewasa dan terluka, beberapa jam yang lalu saya masih menunggu balasan dari chat di dan kecewa. Mungkin orang dewasa dianggap selalu siap untuk mendapatkan kecewa..

1 komentar: