take what happened as a lesson

Sabtu, 08 Januari 2011

Balada Si Noni

Selamat pagi, teman. Awali pagi mu dengan minum si Noni. Yang tidak minum si Noni jangan sedih, berbahagialah.

You know my dad so well, lah. Dia itu gampang terpengaruh dengan obat-obatan herbal (jadi, kalo anda penjual obat herbal kalo ingin laku, jangan datanglah kerumah saya. Saya udah capek disodorin obat -__-).
Ini hari Minggu, tidak seharusnya pukul 9 Papa teriak "YUUUN..." sedangkan saya masih di dunia lain (whaaat?!). Terperanjat. Itulah penyesalan saya. Seharusnya saya tetap tak bergerak dan tetap konsentrasi dengan tidur. Terus dia masuk bawa cangkir kecil yang terisi cairan hitam yang mengandung mengkudu, ya itu dia si Noni.
Papa: "Nih! Abisin.
Saya: (masih dalam keadaan seperti orang mabuk)
P: "Minumlah! Ni mau sembuh ndak?" [papaaaaaaa! Kok kesannya saya punya sakit yang berat gitu ya. Oh iya, sakit soal Berat Badan.]
Y: "Tapi ni belum gosok gigi, pa."
P: "gapapa. Malah lebih bagus." -- bagus apanya paaa, nelan jigong -_-
Y: (langsung abisin si Noni, terus berdiri ambil air putih dan langsung gosok gigi dan nongkrong di wc. Yak! Papa saya tinggal begitu aja.)

Saya langsung ga napsu sarapan nih. Ngemil aja kali, ya? Ngemil nasi.
Sebenernya ga ada masalah minum obat. Tapi si Noni ini berasal dari buah mengkudu pemirsa! M E N G K U D U. Kudu mati saya kalo ga nelan dia. Doh!
Dan bisa kalian bayangkan keteraturan Papa nyodorin si Noni setiap harinya. Modar!!

"Adeeeek, panggil kak yuni suruh jemur kain mama."
itu suara mama saya. Tau, kan?

Ya sudah, teman. Karna suara mama tadi, saya mesti bergegas untuk tidur kembali.


Selamat mengawali hari Minggu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar