take what happened as a lesson

Senin, 10 Januari 2011

Menjadi Orang yang Lebih Baik

Saya ingin menjelaskan betapa sulitnya saya untuk tampil sempurna. Bukan. Terlihat sempurna.
Saya ingin menutupi kelemahan, tanpa merugikan diri saya. Apalagi menyiksa. Tapi dari situ akan timbul suatu sisi baik dan usaha yang tersembunyi selama ini.

Ini beberapa hal yang saya maksud.
Sila disimak!


BOKEK
disaat dompet tak berguna (karna ga ada uang untuk disimpan), sabarlah. Tak perlu orang tau. Siapa yang akan mempedulikannya. Cukup kamu sendiri yang tau. Terkecuali jika ada yang nagih hutang kepadamu. Kalo kamu ga jujur, ya babak belur.

SAKIT / GA ENAK BADAN
tetap semangaaaaaaaat.... Itulah kata Bondan Prakoso.

GA MOOD BELAJAR
jauhi setan itu! Saat kamu sibuk melakukan sesuatu di jam pelajaran, saat itulah poin positifmu berkurang dimata orang lain. Tahan untuk beberapa saat. Hibur dirimu agar tetap tenang.

EMOSI / GALAU / LABIL
aduuuuh please deh. Berhenti nge-spam di jejaring sosial deh. Ga banget. Terlihat seperti kurang kerjaan, Nyun (dan saya baru sadar betapa kurang kerjaannya saya saat awal2 punya twitter, kini tweet saya telah mencapai 13rb. Ababil banget. Tsk) Mending kamu tulis diary aja (duh masi ada gt :D). Ya ngeblog aja. Saya baru sadar blogging itu menyenangkan (hanya saja susah untuk memulai dan mengakhirinya :p)

JATUH CINTA
disaat kamu mengenal cowok tetaplah stay cool, Nyun. Anggap saja tidak ada kejadian apa-apa. Itu akan lebih baik. (duh, apalagi ya? Saya bingung alasan untuk poin ini hehehe)



Got the point?
Ya! Jangan tunjukkan kelemahan kita. Orang tidak akan peduli. Tunjukkan kemampuanmu. Usahamu. Untuk menjadi orang yang lebih baik.


Semoga saya bisa merealisasikannya menjelang tanggal 17 Januari nanti. Loh?! #loKatePemblokiranBB

Tidak ada komentar:

Posting Komentar