Untuk pertama kalinya saya bercerita tentang kegiatan organisasi yang saya ikuti. Kenapa gak pernah saya curhat tentang organisasi? Karna gak ada waktu. Titik.
Udah dua hari berturut-turut saya ikut diklat jurnalistik yang diadakan oleh Tekad. Apa itu Tekad? Tekad adalah satu-satunya organisasi yang saya ikuti. Dimana organisasi ini menunjang bakat kita didalam media masa. Apa alasan saya mengikuti Tekad? Karena saya menyukai dunia kata. Saya ingin tulisan-tulisan saya dibaca. Saya ingin bakat saya keluar. Saya ingin menjadi orang yang lebih percaya diri dengan karyanya. Bukan hanya diri saya, tapi karya saya juga ingin dihargai.
Saya baru aja pulang dari acara Diklat Jurnalistik yang diadakan Tekad. Di hari pertama acaranya memang sedikit atau bahkan membosankan. Namun di hari kedua baru keluar dah tu serunya acara. Dihari kedua ini seharusnya kami pergi mengunjungi media percetakan Koran riau, tapi ternyata ada kendala dan batal. Hampa rasanya diklat jurnalistik tanpa kunjungan media itu. Panitia menggantikannya dengan membuat game di taman kota. Seru! Kami dibagi beberapa kelompok. Masing-masing kelompok disuruh membuat tabloid/majalah/Koran atau rubric apapun. Kelompok saya membuat majalah yang konsisten membahas tentang lingkungan.
Kalo dari segi hasil tabloid saya memang optimis, tapi dari segi yel-yel dan kehebohan saya teramat sangat pesimis. Eh taunya di ujung acara, kelompok saya mendapat award sebagai kelompok terbaik. Asli, shock abis! Karena menurut saya ada kelompok yang lebih seru dan mungkin pantas untuk menang. Setelah acara selesai saya curhat tentang kepesimisan saya dan dia bilang, “Tadi Kak Aristra (panitia) bilang kelompok kau bagusnya di hasil kerjanya.”
Sumpah lega..
Awal acara dihari kedua itu, mood saya sempat terombang-ambing entah mengapa, namun mood kembali normal setelah saya mendapat award sebagai peserta dengan tulisan terbaik bertemakan Green Jurnalism. Ada empat pemenang dari kategori itu, dan nama saya dibacakan paling akhir. Judul berita karangan saya itu mikirnya mampus-mampusan. Karena dengan waktu yang terbatas, otak otomatis buntu seketika. Tapi saya gak pernah nyerah untuk memikirkan judul yang terbaik. Menurut saya dari dari judullah pertama kali timbul persepsi baik pembaca tentang berita kita. Dan akhirnya terpikirkan judul “Kesadaran Hilang, Lingkungan Melayang” OKE, FIX! Dan membuahkan hasil. Alhamdulillah.
Dengan mendapat apresiasi dari diklat ini, membuat saya termotivasi untuk terus belajar dan terus berkarya. Setelah ini, saya ingin memaparkan target yang ingin saya capai berhubungan dengan jurnalistik. Saya ingin, bukan hanya badan saya yang terus kembang tetapi juga karya saya. Amin. :’)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar