apa yang kamu miliki sekarang belum tentu kelak akan tetap bersamamu.
jangan menggantungkan segala sesuatunya kepada orang lain yang belum tentu setia kepadamu.
jangan terbuka lebar untuk berbagai pilihan.
pilihan yang menguntungkan, atau yang menyesatkan.
silakan pilih.
gunakan hatimu.
jika tidak ada, gunakan otakmu.
jika tidak ada gunakan instingmu.
hanya satu yang tidak boleh kamu gunakan,
NAFSUMU..
dulu, kakak saya tercinta tiba-tiba mengirim pesan yang intinya berisi; "kak mita bangga punya orangtua kayak mama dan papa yang udah ngajarin kita untuk hidup sederhana.."
simple emang.. orangtua mana yang tidak mengajarkan hal-hal positif kepada anaknya. namun, ajaran orangtua itu terlaksana atau tidaknya dapat dilihat dari anaknya. mungkin bagi saya pribadi, saya dan saudara-saudara kandung saya yang lain kami lebih baik daripada kebanyakan anak jaman sekarang. tapi tidak selamanya hidup itu penuh perbandingan. saya sendiri masih jauh dari kesederhanaan itu. walaupun setidaknya, saya masih dapat berpikir bagaimana cara agar tidak mengecewakan orangtua dan membahagiakan mereka.
kecewakah orangtuamu saat kalian lebih sering menuntut materi daripada perhatian dan nasihat? jika iya, kamu masih menjadi orang yang beruntung di dunia ini. jika tidak, berubahlah. berpikirlah untuk ke depan.
materi bukanlah sebuah target diri, tapi kehancuran pribadi.
target kita adalah hidup dengan bahagia, bukan karena materi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar