take what happened as a lesson

Senin, 27 Februari 2012

Mengubah Airmata Menjadi Senyuman Keikhlasan

Saya baru benar-benar mengerti bagaimana rasanya ditinggal untuk selamanya oleh orang yang kita cintai. Sangat berat. Berat untuk mempercayai. Tapi inilah kenyataan yang harus saya hadapi, kami semua hadapi. Kami harus ikhlas melepas kepergian sosok lelaki yg sangat kami banggakan dan sayangi.

Tapi seberapa kuat dan ikhlas saya menerima ini, tetap saja saya menjadi orang yg paling cengeng didunia. Terlalu sensitif perasaan ini. Mungkin saya dapat menjadi pemeran pengganti adegan nangis, kalau ada sih. Cuma membayangkan wajah, suara, atau apapun yang berhubungan dg almarhum saya langsung mellow dan tanpa lihat keadaan aimata nakal pun jatuh.

Sesegera mungkin saya akan mengubah airmata ini menjadi senyuman manis keikhlasan :')

Tidak ada komentar:

Posting Komentar