sepertinya diam itu jalan terbaik. tak peduli seberapa sakit, merasa perih, atau apapun. hanya itu jalan yang (mungkin) terbaik. mungkin sebenarnya bukan ini jalan yang terpilih, hanya saja tidak ada pilihan yang terpikirkan lagi. ini mungkin jalan pintas agar bahagia. mungkin. amin.
lain di mulut lain di hati. ah, biarkan saja mulut saya berkata apa. biarkan saja saya melakukan penyelamatan diri ini. hanya untuk sementara, sebelum semuanya habis tak bersisa ditelan waktu.
bukan, bukan tidak terbuka. tidak semua hal dapat saya ungkapkan dengan gamblang. mengapa? karna tidak semua hal pula dapat dimengerti orang dengan baik sesuai ekspektasi kita.
kita harus dapat melihat situasi dan kondisi dimana kita harus berbicara dimana kita harus diam.
dan untuk yang satu itu saya memilih diam..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar